Dengan terburu-buru saya berlari ke arah kapal cepat yang sudah siap hendak berangkat. Tapi dimana loket untuk pembelian tiket? Tidak tampak ada loket yang menjual tiket. Kelihatan sebuah box seperti ticket box, tapi rupanya diisi oleh seorang satpam.
“Pak kalau mau beli tiket kapal cepat ke Tanjung balai , di mana?” “Langsung aja ke pagar pembatas dermaga dek.” Segera saya menuju ke arah yang ditunjuk pak satpam itu dengan setengah berlari. Rupanya ada petugas dengan baju preman yang memegang tiket. “Berapa pak ke tanjung Balai? Kapalnya yang ini?” “Iya dek.. Rp55.000. Ayo sudah mau berangkat nih” “oke pak, satu tiket ke tanjung balai.” Tanpa sempat mikir lagi langsung tiket saya tukarkan dengan uang 60.000 yang ada di kantong. Saya kasih dia uang, dia kembalikan uang Rp 5,000 beserta ticket dengan nama saya tertulis di atasnya.
Fuih.. akhirnya ketemu juga tempat duduk di dekat jendela. Karena kapal ini jenisnya kapal cepat, maka semua penumpang berada di dalam. Penumpang tidak diijinkan berada di geladak kapal yang kebetulan juga sangat sempit. Tapi sepertinya masih ada yang bandel untuk menyelinap ke atas kapal. Saya sih lebih memilih tetap di dalam karena kapalnya memang sesuai dengan namanya kapal cepat, jadi agar tak tertinggal di laut, mendingan ngadem di dalam sambil lihat-lihat pemandangan di tepi laut dari jendela fiber. lumayan masih bisa melihat pulau-pulau kecil di luar.
bersambung
Pingback: Happy Chinese new year « FoToTour..The journey of soul